SD di Lamongan Kebanjiran, Siswa Numpang Belajar di Mushola Warga

Mereka terpaksa belajar di musala karena sekolah yang menjadi tempat belajar setiap harinya terendam banjir hingga setinggi 70 cm akibat meluapnya aliran Sungai Bengawan Solo.

Oct 25, 2022 - 16:27
 0
SD di Lamongan Kebanjiran, Siswa Numpang Belajar di Mushola Warga
Siswa SD Pelangwot saat belahar di Mushola karena sekolahnya kebanjiran. (Foto : Rava/satujatim.com)

Lamongan, SatuJatim | Puluhan siswa 

Sekolah Dasar Negeri (SDN)1 Pelangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan terpaksa harus belajar di mushola milik warga setempat, Selasa (25/10/2022), pagi. Mereka terpaksa belajar di musala karena sekolah yang menjadi tempat belajar setiap harinya terendam banjir hingga setinggi 70 cm akibat meluapnya aliran Sungai Bengawan Solo.

Kepala SDN 1 Pelangwot Kaswoto mengatakan, banjir yang merendam sekolahnya tersebut baru satu hari terjadi. Meski begitu banjir tersebut membuat aktivitas belajar mengajar terganggu. Bahkan ada sebagian siswa yang tak masuk sekolah.

"Jadi baru kemarin sore. Paginya saya ngajar itu airnya belum ada, pas malam saya dapat kabar lewat hp katanya sekolah kebanjiran," kata Kaswoto. 

Kaswoto mengatakan, banjir yang menggenangi sekolahnya itu sudah sering terjadi setiap tahunnya, bahkan setiap aliran sungai Bengawan Solo Meluap. Banjir itu disebabkan adanya pintu air yang berada di sisi sekolah. Pihak sekolah sendiri bahkan sudah beberapa kali meminta bantuan untuk menanggulangi banjir yang kerap terjadi tersebut.

"Sebenarnya sudah kita mengusulkan bantuan, tapi ya nyatanya sampai sekarang belum juga terealisasi dan banjir ini sering terjadi jika air Sungai Bengawan Solo meluap," terangnya.

Kaswoto menjelaskan, untuk ruang kelas yang terendam banjir ada 4 ruangan dan satu gedung TK dengan rincian kelas 1,2 dan ruang musala. Saat ini, lanjut, Kaswoto ada 36 siswa dari kelas 1 hingga 6 yang bersekolah di SDN 1 Pelangwot. Sementara, alasan pihak sekolah memakai musala untuk dijadikan tempat belajar demi keamanan para siswa. Sebab jika tetap memakai gedung sekolah di lantai dua maka bisa mengancam keselamatan siswa.

"Ya takut saja, ini saja tadi pagi sebenarnya ada kegiatan rapat di Lamongan tapi saya tidak ikut khawatir jika terjadi sesuatu pada siswa karena airnya juga dalam," pungkasnya. (rava)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow