Niat Puasa Idul Adha

Kapan Mulai Puasa Arafah Idul Adha? Ini Niat dan Keutamaannya

Jul 7, 2022 - 22:00
Jul 20, 2022 - 11:38
 0
Niat Puasa Idul Adha

Satujatim | Bulan Dzulhijjah menjadi bulan yang penting bagi umat muslim di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah haji dan Hari raya Idul Adha, ada juga anjuran sunnah untuk melakukan ibadah puasa Arafah yang keutamaannya sangat besar.

Keutamaan dari bulan Dzulhijjah terletak pada sepuluh hari pertama, umat muslim dianjurkan memperbanyak ibadah di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini, seperti sedekah, membaca Al Qur'an, dan juga puasa sunnah.

Puasa Sunnah Arafah menjadi salah satu amalan ibadah puasa yang dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Dzulhijjah terutama pada hari-hari menjelang Sholat sunnah idul adha.

Lalu apa itu sebenarnya puasa Arafah?

Sesuai namanya, puasa Arafah berkaitan dengan Padang Arafah yang menjadi salah satu tempat yang disinggahi jamaah haji. Puasa Arafah dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Idul Adha, yang bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Waktu ini sangat istimewa karena merupakan puncak tertinggi ibadah bagi mereka yang menunaikan ibadah haji, tetapi bagi Anda yang tidak melaksanakannya tetap bisa merasakan esensi yang sama dengan menunaikan puasa Arafah. Oleh karena itu, puasa Arafah hukumnya sunnah muakkad yang berarti mendekati wajib.

Perbedaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Sejatinya, puasa sunnah di bulan Dzulhijjah ada tiga, yakni puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah. Namun, masih banyak yang bingung membedakan ketiganya. Berikut perbedaan puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah.

1. Puasa Dzulhijjah

Seperti namanya, puasa Dzulhijjah dilakukan di bulan Dzulhijjah. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Ibadah ini merupakan amalan yang dapat dilakukan dari awal bulan Dzulhijjah hingga sebelum Hari Raya Idul Adha.

Pelaksanaan puasa Dzulhijjah dilandaskan dari salah satu riwayat hadits yang dikisahkan oleh Hafshah binti Umar bin Khattab RA. Puasa di bulan Dzulhijjah bahkan disebut sebagai amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW.

Setelah puasa Dzulhijjah, disunnahkan untuk melanjutkan dengan puasa Tarwiyah di hari kedelapan dan adalah puasa Arafah di hari kesembilan. Berikut niat puasa Dzulhijjah:

"Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adaa'i syahri Dzilhijjah sunnatan lillaahi ta'aalaa".

Artinya: Saya niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala.

2. Puasa Tarwiyah

Selanjutnya, puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan di hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Tarwiyah berarti proses berpikir. Hari tersebut dikaitkan dengan Nabi Ibrahim AS yang menerima mimpi dari Allah SWT. Selanjutnya, Nabi Ibrahim AS memikirkan makna mimpi tersebut.

Setelah berpikir sungguh-sungguh, Nabi Ibrahim AS mengetahui arti mimpi tersebut yang merupakan perintah Allah SWT untuk mengurbankan dan menyembelih Nabi Ismail AS, anak yang sangat dicintai Nabi Ibrahim AS.

Memaknai peristiwa itu, umat Islam dapat melakukan puasa tarwiyah setiap 8 Dzulhijjah. Berikut niat puasa Tarwiyah.

"Nawaitu shauma ghadin 'an adaai sunnati yaumit Tarwiyyati lillaahi ta'aalaa".

Artinya: Aku niat puasa sunnah Tarwiyah besok hari karena Allah.

3. Puasa Arafah

Seperti sudah disinggung sebelumnya, puasa Arafah dilaksanakan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah atau bertepatan dengan pelaksanaan wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Hukum puasa Arafah adalah sunnah muakad atau mendekati wajib. Berikut niat puasa Arafah.

"Nawaitu shauma ghadin 'an adaa i sunnati Arofah Lillaahi Ta'aalaa".

Artinya: Aku niat puasa sunnah Arafah besok hari karena Allah.

Kapan Pelaksanaan Puasa Arafah?

Puasa Arafah dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Idul Adha atau berbarengan dengan pelaksanaan wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah melaksanakan sidang isbat dan menetapkan Idul Adha 2022 jatuh pada Minggu, 10 Juli.

Sementara, Muhammadiyah telah menetapkan Idul Adha 2022 jatuh pada Sabtu, 9 Juli. Keputusan tersebut dituangkan dalam Maklumat PP Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1443 Hijriah.

Niat Puasa Arafah

Setelah mengetahui kapan waktu pelaksanaan puasa Arafah, Anda perlu tahu niat puasa Arafah agar ibadah sunnah ini diterima oleh Allah SWT. Niat puasa Arafah bisa Anda lafalkan pada malam hari atau siang hari saat melaksanakan puasa Arafah.

Jadi jangan khawatir jika lupa membaca niat puasa Arafah, asalkan Anda belum makan dan minum dari subuh. Berikut niat puasa Arafah bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah sunnah ini.

Lafal niat puasa Arafah di malam hari

"Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnati Arafah lillaahi ta'aalaa."

Artinya: Saya berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah SWT.

Lafal niat puasa Arafah di siang hari:

"Nawaitu shauma haadzal yaumi 'an adaa'i sunnati Arafah lillaahi ta'aalaa."

Artinya: Aku berniat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah SWT.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki sejumlah keutamaan. Salah satunya adalah menghapus dosa selama dua tahun yang lalu dan akan datang. Keutamaan ini tercantum dalam Hadis Riwayat (HR) Muslim, yang berbunyi:

"Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura [tanggal 10 Muharram] menghapus dosa setahun yang lalu."

Selain itu, Allah SWT akan meninggikan derajat umat-Nya yang menunaikan puasa Arafah. Namun, sejumlah ulama memiliki pandangan dan menyepakati bahwa yang dimaksud dengan dosa dalam hadis tersebut merupakan dosa-dosa kecil.

Lantas siapa yang Dianjurkan Melaksanakan Puasa Arafah?

Puasa Arafah bisa dilaksanakan oleh orang yang beragama Islam di seluruh dunia. Namun, puasa ini dianjurkan bagi mereka yang tidak bisa menunaikan ibadah haji untuk memenuhi panggilan Allah SWT di Baitullah.

Meski begitu, jamaah haji juga diperbolehkan melaksanakan puasa Arafah saat pelaksanaan wukuf di Padang Arafah. Dengan catatan, puasa sunnah ini tidak memicu dehidrasi atau masalah kesehatan lain di tengah proses ibadah haji.

Perbedaan Waktu Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi

Berbeda dengan ketetapan Pemerintah Indonesia, Arab Saudi menetapkan Idul Adha 2022 jatuh pada Sabtu, 9 Juli. Ini berarti wukuf di Padang Arafah terjadi pada Jumat, 8 Juli dan itu adalah waktu untuk melakukan puasa Arafah.

Penyebab perbedaan waktu Idul Adha ini adalah letak Arab Saudi yang lebih condong ke barat dari Indonesia. Jadi, letak geografis menjadi faktor utama yang membuat kedua negara tersebut mengalami perbedaan waktu melaksanakan Idul Adha.

Apakah Puasa Arafah Sah Meski Arab Saudi Sudah Idul Adha?

Hari Raya Idul Adha adalah hari terlarang untuk melaksanakan puasa. Namun, perbedaan waktu Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi menimbulkan tanda tanya tentang pelaksanaan puasa Arafah. Apakah puasa Arafah tetap sah saat Arab Saudi sudah melaksanakan Idul Adha 2022?

Majelis Ulama Indonesia atau MUI menjelaskan bahwa perbedaan waktu Idul Adha adalah sesuatu yang biasa terjadi pada beberapa tahun sebelumnya. Hal itu karena perbedaan metode dalam menetapkan 1 Dzulhijjah, yakni Rukyah dan Hisab. Selain perbedaan metode, perbedaan kerap terjadi terutama jika standar 9 Dzulhijjah adalah terjadinya wukuf di Padang Arafah.

Namun, MUI menyarankan agar masyarakat Indonesia mengikuti keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama. Jadi, puasa arafah pada 9 Juli di Indonesia dinilai MUI tetap bisa dilaksanakan dengan sah karena bagian dari ijtihad yang dibenarkan oleh agama, meskipun di Mekkah sudah melaksanakan Idul Adha.

Itulah penjelasan lengkap terkait puasa Arafah. Jadi, jangan sampai bingung tentang pengertian puasa Arafah, perbedaan dengan puasa Dzulhijjah dan Tarwiyah, niat, keutamaan, hingga waktu pelaksanaannya. Semoga bermanfaat!

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Ashadi - SatuJatim Hanya Insan Sederhana Yang Suka Aroma Kopi Senja